AKUPUN MENGIRIM TANGIS
- Artikel:
Karya: Y. Wibisono
(1)
seperti laron
riuh berhambur
mengejar sesorot cahaya
seperti laron
riuh berkejaran
ketika hujan temaram
tapi, itu sesaat
esok laron-laron akan luruh
lalu mati, diam
lalu musim hujan depan
laron-laron akan berhambur lagi
:laron-laron yang beda!
(2)
setiap kematian
barangkali memang untuk ditangisi
bahkan ketika kita
tak punya lagi sisa airmata
juga kelak,
ketika seseorang
akan menangis untuk kita
lalu tangis-tangis untuk anak kita
tangis-tangis yang akan terus berulang
tangis-tangis yang dituliskan
pada tiap dinding jaman
Ya Rabbi, bahkan senyatanya
kami hanyalah setitik debu
dalam putaran kehidupan
yang Kau cipta ..
Samarinda, 8 Februari 2006
** untuk W dan F, aku berduka
untuk kepergian ibu dan ayah kalian **
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
3 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
24 weeks 6 days ago
25 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
28 weeks 2 days ago
34 weeks 4 days ago
37 weeks 4 hours ago