Berkenalan Dengan NET
- Artikel:
Awalnya hanyalah sebuah ketertarikan kecil karena membaca artikel yang berisi ulasan tentang .NET di sebuah situs. Saya masih berhati-hati, karena memang dengan suatu alasan saya pernah meninggalkan VB dan menggunakan tool yang lain. Tapi dari beberapa referensi yang saya baca, makin menguatkan keinginan saya untuk tahu lebih banyak tentang .NET.
Akhir 2003, perusahaan tempat saya bekerja memberikan lampu hijau untuk lebih mengenal NET , saya berangkat ke Jakarta untuk belajar satu modul VB.NET di salah satu lembaga. Hasilnya? Belum seberapa tertarik. Agak salah strategi juga. Mestinya saya ambil duluan modul Introduction to .NET, biar lebih "ngeh" feature-nya. Kebetulan sebelumnya di kantor pakai Visual Basic 6.0 dan Power Builder 8, jadi ketika belajar "VB6 yang di OOP-kan" (ini hanya istilah saya) ya nggak terlalu masalah karena PB memang sudah OOP.
Masih penasaran, awal 2004 saya mencoba minta training lagi :-) Saya pilih ASP.NET, kebetulan language yang ditawarkan VB.NET (padahal pengin banget kenal C#). Modul training yang kedua ini ternyata cukup menggairahkan saya. Bagian yang paling menarik sebenarnya juga bukan hal yang technical banget (karena memang ilmunya baru kulit). Yang paling membuat saya tertarik adalah WebForm. Sangat spesial waktu itu bagi saya. Beberapa waktu sebelumnya -setelah begitu lelah membangun intranet kantor dengan ASP dan VBScript (dengan skill yang juga pas-pasan)- saya sering memimpikan membuat form-form entry dan display pada halaman web semudah saya membuat form di VB atau window di PB. Dan luar biasa, saya benar-benar mendapatkannya di ASP.NET!
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
3 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
24 weeks 6 days ago
25 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
28 weeks 2 days ago
34 weeks 4 days ago
37 weeks 3 hours ago