Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita
- Artikel:
Ini bukan tentang teori demokrasi, juga bukan satu tulisan serius. Judul tulisan di atas malah dekat hubungannya dengan VCD porno! Kok bisa?
Ini gara-gara di satu sore saya menonton acara kriminal di televisi swasta bersama keluarga, yang kebetulan menayangkan tentang pemberantasan pornografi. Lalu sayapun terpikir sesuatu.
Dalam ekonomi, ada 3 peran utama yang membuat kegiatan berjalan yakni produsen, perantara (penjual) dan konsumen. Dan yang menjaga kelangsungan pergerakan tersebut adalah demand atau permintaan konsumen, meskipun dengan sedikit upaya lebih bisa juga produsen berkreasi menciptakan kebutuhan. Tapi sekali lagi tetap yang paling berperan adalah demand dari konsumen.
Dalam kaitannya dengan razia VCD porno, yang merupakan bagian dari perang besar memerangi pornografi, ada satu hal yang agak meragukan saya. Apakah benar ada pihak yang punya skenario besar untuk menghancurkan moral bangsa ini? Saya cenderung tidak yakin bahwa itu ada, meskipun jika benar ada saya akan ikut mengutuk keras. Saya berkeyakinan bahwa produsen dan penjual VCD porno hanyalah berpikir secara ekonomi. Maksudnya adalah, karena memang permintaan atas barang itu begitu tinggi maka muncul dan berkembanglah bisnis haram ini. Seandainya tidak ada konsumen, yang artinya masyarakat tidak ada yang memerlukan atau tertarik dengan VCD porno maka dalam sekejap bisnis ini akan mati dengan sendirinya. Pemerintah juga tidak perlu mengeluarkan biaya dan effort besar untuk melakukan penggerebekan kemana-mana.
Saya juga yakin, motivasi ekonomi ini juga yang melatari beberapa kegiatan haram lainnya. Dan jika ditelusuri sebenarnya demand-nya ada di sekitar kita atau bahkan di rumah kita. Jika kita telah serius membekali anak-anak kita dengan moral dan mental yang cukup, maka pornografi, narkoba, dan sejumlah komoditi hitam lainnya secara perlahan akan mati menghilang dari hadapan kita, dibunuh oleh hukum ekonomi!
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
3 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
24 weeks 6 days ago
25 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
28 weeks 2 days ago
34 weeks 4 days ago
37 weeks 3 hours ago