DI SINI, SURGA ITU BERNAMA MAHAKAM
- Artikel:
Karya: Y. Wibisono
ombak pecah beriak
bermain lemparan
wajah rembulan
terayun dipantul
bagai kanak berebut
perahu kecil bermain
meniti buih
berpacu ketinting riang menderak malam
kapal pedagang tak tergoyah ombak
bersenandung hening penjelajah sungai
ponton batubara merayap
serupa bukit berjalan
lampu-lampu terhampar
bagai kunang-kunang menggoda malam
bagai kerling si jelita
berkerlip di atmosfir beraroma jingga
menyuguhiku secawan anggur
mengagumkanku,
bagai tak putus
mengecilkanku,
bagai debu di tiang dermaga
rohku menggelepar dalam dahaga tak terpuasi
kuhirup angin gunung, kuhirup angin sungai
kuhirup angin rawa, kuhirup angin danau
menggelembung dalam paruku
membawaku melayang dan kutelanjangi
keindahan berkelok
di temaram lampu jalan
di sini, surga itu bernama mahakam!
Samarinda, 01-09-2004
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
3 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
24 weeks 6 days ago
25 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
28 weeks 2 days ago
34 weeks 4 days ago
37 weeks 4 hours ago