Memahami OOP
- Artikel:
Hari gini masih bicara OOP? Hmm, mungkin memang sudah basi. Tapi saya tetap merasa bahwa untuk bisa masuk ke .NET dengan aman, salah satu yang harus anda persiapkan adalah pemahaman OOP secara baik. Beruntunglah bagi anda yang sebelum kenal .NET sudah familiar dengan OOP. Tapi bagi anda yang belum, saya menyarankan kenalilah dulu konsep OOP. Cukup banyak sumber-sumber informasi di internet yang menyediakan informasi tentang OOP.
Secara sederhana, sesuai dengan kepanjangan namanya, OOP adalah suatu model pemrograman yang berorientasi pada obyek. Maksudnya adalah, bahwa setiap bagian dari apa yang anda program -visual maupun non visual- adalah sebuah obyek. Obyek, dalam konteks ini adalah "sesuatu", bisa dianalogikan dengan benda, yang padanya melekat attribut-attribut. Attribut tersebut bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yaitu kelompok "property" dan kelompok "method" atau "event".
Untuk memudahkan pemahaman, property dan method bisa dibedakan dengan melihat apakah dipergunakan kata benda atau kata kerja untuk menyebutkannya. Property selalu dengan kata benda, sementara method adalah kata kerja. Misalnya, jika obyeknya adalah manusia, maka contoh property adalah warna kulit, rambut, tangan, kaki. Sedangkan method-nya adalah berjalan, berlari, bersin, dipukul, dijitak dan sebagainya. Dalam bentuk obyek visual dalam pemrograman, contoh yang mudah adalah sebuah tombol atau button. Warna button, bentuk huruf, ukuran button adalah property. Sedangkan method dari button antara lain, diklik, di-doubleclick, atau dilewati mouse. Banyak sedikitnya property dan method dalam suatu obyek, bisa tergantung juga dari bahasa pemrograman yang digunakan.
Dalam OOP juga dikenal yang namanya "event driven programming", atau pemrograman yang berdasarkan kejadian. Berbeda dengan pemrograman struktural yang alur prosesnya berjalan sequential dan bisa ditelusuri dengan mudah dari source-codenya, maka dalam OOP pada hakikatnya memprogram adalah mendefiniskan proses apa yang harus dilakukan jika ada suatu kejadian. Dan memang dalam era visual, cara kerja user bisa terlihat amat acak (random) jika dibanding era text-based. Orang bisa saja klik di sana-sini, tekan enter, escape, atau memutar-mutar mouse di layar dan program yang kita buat harus siap dengan semua event yang bisa terjadi.
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Comments
Hotdin Gurning
Termasuk dalam 10 top dying computer skill?
Itu karena mereka tidak tahu dan tidak mengenal powerbuilder.
Kalau menurut saya, powerbuilder itu salah satu bahasa pemrograman yang sangat cepat dalam membangun sebuah aplikasi database.
Apa yang bisa dilakukan di bhs pemrograman lain masih bisa dilakukan oleh powerbuilder.
Ditambah lagi dengan hadirnya Powerbuilder 11.0.
Artinya powerbuilder never die..
karena Sybase juga masih terus memperkuat powerbuilder..
Thanks Pak atas tulisan2 nya yang mengagumkan..
Terima kasih atas
Terima kasih atas apresiasinya. Setuju, PB never die!
Komentar PB dalam top 10 dying computer skill
Dalam dunia IT khususnya bahasa pemrograman seharusnya tidak seharusnya ada kata lebih unggul ataupun banyak kekurangan karena pada dasarnya merupakan hasil karya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan penggunaannya. setelah saya membaca artikel dimana Bahasa Pemrograman Power Builder dimasukkan dalam top 10 dying computer skill saya kurang setuju lantaran sybase masih terus membangun aplikasi tersebut agar lebih tangguh apalagi jentik-jentik programer Power Builder sekarang mulai berkembang, dan saya merupakan orang yang baru mengenal Power Builder dan merasakan banyak kemudahan dalam membangun sebuah aplikasi. Jadi tidak seharusnya Power Builder dikategorikan dalam dying computer skill.
Benar. Ayo semangat. Mari
Benar. Ayo semangat. Mari kita tunjukkan ke mereka bahwa mereka salah perhitungan dengan PB!