PADANYA, DENGAN HARAP
- Artikel:
Karya: Y. Wibisono
kulukis hujan dalam warna suram
gurat lemah di atas bukit
adalah gerimis yang tersisa
di batas malam
maaf, senjamu kulukis tanpa warna
sebab dia melayang tanpa pesan
seperti asaku
hadir dan menghilang
terbawa angin
kulukis hujan dalam warna kelam
gurat biru di langitku
adalah hati yang pasrah mengharap
andai kau tak suka
kan kuganti dengan bercak merah
jangan cemas tintaku kan habis
sebab, aku masih punya darah
(Semarang, Hotel Islam, Februari 1991)
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
3 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
20 weeks 4 days ago
24 weeks 6 days ago
25 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
27 weeks 6 days ago
28 weeks 2 days ago
34 weeks 4 days ago
37 weeks 3 hours ago