Catatan asal tulis seorang Pekerja IT

Frank Laurence (1894-1967) mengatakan bahwa ia memilih menulis bukan karena menulis itu menyenangkan, tetapi ia merasakan betapa sakitnya ketika tidak menulis. Menurut Pramoedya Ananta Toer (1925-2006), menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang bisa saja pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, maka ia akan hilang dari sejarah. Atas dasar penghormatan kepada pemikiran mereka, sayapun ingin terus menulis.

MERINDU RAMADHAN

Karya: Y. Wibisono

Ramadhan mendatangiku seperti seseorang
yang muncul dari masa kecil. Membawa
cerita tentang petasan dan meriam bumbung.
Juga sepotong kisah ketika malam-malam
serombongan kanak berkeliling kampung,
memukuli bambu, membanguni petani yang
lelap dalam mimpi tentang panen semu
dan musim yang melambai pergi.

Ramadhan mengunjungiku. Ia datang, seperti
seorang utusan dari negeri kubur. Berkisah
tentang jiwa-jiwa yang meluruh, menggumuli
malam dengan zikir-zikir panjang, dengan
tasbih yang tiap butirnya adalah airmata

PERNIKAHAN

Karya: Y. Wibisono

Lalu kau sentuh kaki perempuan
itu, kau letakkan kepalamu di
pangkuannya. Kau rasakan,
betapa pipimu dipenuhi kehangatan
kasih yang selalu kau damba
sejak belia. Dengan pelan,
kau ucap: "Ibu, sudah
bolehkah aku menikah?"

Perempuan itu tersenyum. Ia
menyentuh rambutmu, lalu
menelusuri dari pangkal
sampai ujung. Berkali-kali.
Ah, kau ingin itu abadi.
Jemari ibu yang menyematkan
sejuta cinta.

Pernihakan itu, anakku:
Adalah ketika matahari dan
rembulan saling bertukar senyum.
Adalah ketika cinta tak lagi
cukup diucapkan.

GADIS YANG MENULIS PUISI

Karya: Y. Wibisono

Gadis yang berdiri di
simpang usia itu, sangat
ingin membenci waktu.
Baginya, waktu hanya seperti
angin, sahabatnya yang lain.
Tak pernah benar-benar di
sisinya, terus mengalir dan
hanya menyisakan peristiwa-
peristiwa yang harus dikenang.

Ketika ia akhirnya sampai
di simpang ke-19, ia berkata
pada masa remajanya: "Maukah
kau untuk terus bersamaku?"

Masa remaja itu cukup bijak.
Ia sudah cukup banyak bertemu
dengan gadis-gadis yang selalu
menangisi perpisahan.

"Kita tak pernah berpisah, wahai
bunga yang berseri. Aku akan ada

EGA

Karya: Y. Wibisono

Dengan seolah bersungguh, pria
itu berbisik kepadamu:
"Telah aku taruh sepotong sajak,
di salah satu sudut meja. Pada
bagian yang paling rahasia. Adakah
kau temukan?"

Kau boleh tersipu, tapi tak perlu
takut. Ia hanya pria, Ga. Seorang
pria, yang bersenandung tentang
hasrat purba.

Ia membayangkan, dalam kilau cahaya,
dan alun melodi bossas, menulis puisi
di atas kulit tubuhmu.

Tak usah malu untuk tertawa. Kau
bayangkan, seorang pria akan
mengaduh terjengkang, tergelincir
kulit betismu.

Adakah di hatimu banyak warna? Seperti

LELAKI DAN REMBULAN [3]

Karya: Y. Wibisono

Lelaki yang tersungkur bersimbah darah
itu mengaku telah mencabik wajah dan
hampir seluruh tubuhnya. Ia telah
bersalah dan memohon kekasihnya
untuk menghukum. Ia telah berselingkuh
dengan rembulan. Kekasihnya tak memaafkan,
tak menghukum, dan hanya memberi pilihan
:dirinya atau rembulan.

Lelaki itu menghukum diri atas
kesalahannya, tapi untuk pilihan itu
ia putuskan untuk melewati seluruh
malamnya bersama rembulan.

Samarinda, 9 Agustus 2006

LELAKI DAN REMBULAN [2]

Karya: Y. Wibisono

Lelaki itu terus memohon kepada Tuhan,
agar kiranya sudi mengubah dirinya
menjadi kanak lagi. Ia sudah membayangkan
sebuah tempat, sebuah padang rumput
dengan sedikit semak di tengahnya.

Ia ingin di suatu malam, bertelanjang
dada tanpa sepatu mengendap dalam semak
itu. Sekedar ingin tahu siapakah raksasa
yang selalu memangsa rembulan itu.
Menyisakan irisan melengkung yang
makin menipis, lalu ketika kekenyangan
ia akan mengembalikan sedikit demi
sedikit wajah sang rembulan.

Ibunya pernah membisikkan satu rahasia
:raksasa itu hanya mau menampakkan

LELAKI DAN REMBULAN [1]

Karya: Y. Wibisono

Lelaki itu sangat ingin memanah
rembulan. Tepat di tengahnya.
Darah yang memancar ia harapkan
akan membuat seluruh malam
berwarna merah.

Ia tak suka malam yang pucat!

Karena bidikannya selalu meleset,
dan setelah bertimbang segala
sesuatunya, maka malam itu
ia putuskan untuk memanah
jantungnya sendiri.

Samarinda, 8 Agustus 2006

PARTITUR SETENGAH JADI

Karya: Y. Wibisono

Ia yang mengaku bernama malam, mendatangiku
di satu waktu. Entah kapan itu. Tanpa senyum,
tanpa salam. Aku tak terganggu.

"Apakah pesananku sudah jadi?"

Benar, ialah yang telah memesan lagu padaku.
Pesanan yang telah menghabiskan hampir seluruh
waktuku.

"Belum, komposisinya tak mudah. Kau terlalu
banyak meminta nada minor."

"Ah, kau pasti bisa. Selesaikanlah. Kali ini aku
akan menemanimu, hingga selesai. Dan seperti kau
tahu, waktuku selalu terbatas. Buatlah spesial. Aku
tak mau ada yang mirip. Jadikan ia, satu-satunya laguku,
lagu malam."

SEBAB KAMI HANYALAH ANGKA, BAGIMU

Karya: Y. Wibisono

Ini hanya tentang sejumlah tubuh, biru
dan lebam. Tersangkut batu, pasir, ranting
dan sampah. Beberapa merintih. Beberapa
diam, selamanya.

Jerit itu bermula dari ujung banda. Lalu
menggema di selatan Jawa. Dan selekas
kau terhenyak, selekas pula kau lupa.

Bisakah kau rasa, beda airmata dan darah?
Tubuh membusuk dan luka bernanah?

Di Aceh, Bantul, Pangandaran:
ada aroma kami di sana. Masih ada:
pada batu, pasir, ranting dan sampah. Benar,
tak hanya di sana. Kami ada di sejumlah
lainnya. Adakah kau hafalkan?

Sebab kami hanyalah angka, bagimu.

POLA PERTARUNGAN

Di antara binatang lain, ayam memiliki keunikan dalam pertarungan. Dua ekor ayam yang berhadapan, tidak serta merta berkelahi begitu saja. Ada tiga tahap dalam pertarungan ayam, yaitu: tahap penjajagan (abar), tahap pertarungan, dan tahap penyelesaian.

Tahap Penjajagan (Abar)

Walau kalah populer dengan pesaing lain, semisal DotNet dari Microsoft, tapi PB sejujurnya adalah tool yang memukau dan pantas jadi pilihan developer. PB adalah the best RAD (Rapid Application Development) dan the real OOP (Object Oriented Programming). Mau tahu lebih banyak? Gabung saja di http://groups.yahoo.com/group/indopb

Darah petarung sejati telah ada di tubuhnya sejak lahir. Ia tak perlu guru untuk menguasai teknik bertarung yang baik. Sebab, ia memang ditakdirkan untuk hidup sebagai petarung. Anda ingin kenal lebih jauh? Kunjungi http://ayam-bangkok.blogspot.com

Jika anda alumni SMAN 1 Trenggalek, jangan lewatkan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan kawan-kawan lama anda di http://groups.yahoo.com/group/smanesa