Ia mengenali perempuan dari cara berjalan. Sesuatu yang ia sendiri sebenarnya sulit untuk menjelaskan. Itu bukan gerakan tunggal, tapi paduan gerak yang utuh sebuah orkestra yang lembut. Seperti tungkai kaki yang memimpin lalu diikuti dengan gemulai oleh paha, pinggul, pinggang, lalu ditutup dengan lengan yang mengayun ringan. Tapi tetap saja itu tak mampu melukiskan dengan persis seperti yang ia pahami. Sudah puluhan, ratusan, mungkin tak terhitung lagi ia mencari di banyak tempat. Di panggung hiburan, ia menemu wanita-wanita yang enggan menutup tubuh mereka yang bercahaya, berlenggok melangkah mengikut irama menggoda, tapi ia tak menemu perempuan. Juga di panggung busana, wanita-wanita bertubuh tinggi ramping, beberapa malah begitu tipis berjalan dengan teratur. Tetap, ia tidak menemu perempuan di sana. Mereka wanita. Perempuan baginya, hanyalah yang berjalan seperti perempuan.
Recent comments
2 weeks 3 days ago
19 weeks 2 days ago
19 weeks 2 days ago
23 weeks 4 days ago
24 weeks 4 days ago
26 weeks 4 days ago
26 weeks 4 days ago
27 weeks 1 day ago
33 weeks 2 days ago
35 weeks 5 days ago